Notification

×

Kode Iklan Disini

Label

Sekum PERKASA Sebut buruh rawan terpapar COVID-19 dan berdampak PHK.

27/03/2020 | 19:13 WIB Last Updated 2020-05-13T19:54:57Z
Ade Guntoro (PERKASA) mengatakan sangat rentan terpapar Covid-19

Sampai saat ini sejumlah perusahaan masih beroperasi meskipun sudah ada imbauan pemerintah untuk bekerja dari rumah untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. Sekretaris Umum Federasi Serikat Pekerja Kebangsaan (PERKASA) Ade Guntoro mengatakan buruh sangat rentan terpapar Covid-19.



"Para buruh sangat rentan terpapar Covid-19. Kalau banyak buruh yang terinfeksi, maka perekonomian Indonesia akan semakin terpuruk," ujar Ade Guntoro dalam keterangan tertulis saat diwawancarai via media sosial WhatsApp Jakarta, Jumat (27/3).



Guntoro juga mengingatkan semua pihak dengan adanya potensi terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran. Potensinya bisa mencapai puluhan bahkan ratusan ribu pekerja. "Kami menyebutnya sebagai darurat PHK," kata Guntoro.



Darurat PHK bisa dilihat dari empat kondisi berikut. Kondisi yang pertama, kata Guntoro, adalah ketersediaan bahan baku di industri manufaktur yang mulai menipis. Khususnya bahan baku yang berasal dari impor seperti dari China dan negara-negara lain yang juga terpapar Covid-19.



Industri yang akan terpukul adalah padat karya seperti tekstil, sepatu, garmen, makanan, minuman, komponen elektronik, hingga komponen otomotif. "Karena bahan baku berkurang, maka produksi akan menurun. Ketika produksi menurun, maka berpotensi terjadi pengurangan karyawan dengan melakukan PHK. Oleh karena itu, sebaiknya perusahaan segera meliburkan para pekerjanya untuk mengurangi biaya produksi seperti biaya listrik, gas, transportasi, dan perawatan," terang dia.



Kedua, melemahnya rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Jika situasi itu terus berlanjut, perusahaan padat karya maupun padat modal akan terbebani dengan biaya produksi yang tinggi. Terutama perusahaan-perusahaan yang harus membeli bahan baku impor.



Ketiga, menurunnya kunjungan wisatawan ke Indonesia yang membuat sektor pariwisata sudah terpukul akibat sepi pengunjung akibat dampak wabah Virus Covid-19. Sehingga mengakibatkan pekerja harus dirumahkan," terang Guntoro. Saat ini ada kekhawatiran dalam waktu dekat akan terjadi PHK besar-besaran di industri pariwisata.



Keempat, anjloknya harga minyak dan indeks saham gabungan. Akibat minyak dunia yang anjlok, pendapatan Indonesia dari ekspor minyak mentah juga akan turun. Dampak lebih lanjut, karena pendapatan negara bekurang, maka bantuan sosial akan kurang. Bisa jadi, biaya untuk menanggulangi Covid-19 pun akan berkurang.



"Ketika bantuan sosial dan profit perusahaan berkurang sementara PHK besar-besaran di depan mata, nasib buruh akan semakin terpuruk,” imbuh Guntoro.



Dia menjelaskan jika empat kondisi di atas jika tidak segera diselesaikan, PERKASA memprediksi akan terjadi PHK secara besar-besaran. PHK terutama akan terjadi di industri manufaktur dan transportasi daring. Puluhan hingga ratusan ribu buruh berpotensi terancam PHK.



Red -Tionuks

Berita Online